Postingan

In The Name of Belief

Gambar
___ Dari kejauhan kedua penjahat  menyaksikan kedatangan Sang Tuan yang hendak disalibkan di antara mereka. Tanya salah seorang kepada yang lain. “Mengapa mereka begitu kejam memukulinya; apa kejahatan yang dibuat orang itu?”. “Mungkin ia korupsi, atau menghianat kepala pemerintah atau melecahkan istri sang raja”, jawab temannya. “Memang akhir-akhir ini susah menebak kejahatan manusia; baik dan buruk hanya seperti label yang bisa diberikan oleh siapa saja sesuka hati”, percakapan mereka masih berlanjut. “Sudahlah para perajurit kejam itu semakin mendekat; kita pura-pura menderita saja, supaya bisa mendapat belas kasihan”, ajak temannya. “Ah sekali-kali aku tidak menderita karena salib ini, tetapi aku jenuh tergantung di hadapan banyak mata para pendosa yang nasib lebih beruntung dari kita”, kata salah seorang dari mereka menutup percakapan tersebut. Mereka berdua tampak lelah bergantung. Bukan karena paku yang menancap pada tubuh; tetapi oleh tetapan kejam manusia-manusia munafik y...

____pamit

Gambar
  Terkadang hati tidak selalu berhasil merayu sepasang kaki untuk terus melangkah, Atau sebaliknya kaki pun tidak harus terus membohongi perasaan bahwa mereka kuat.  Hari-hari adalah usaha untuk terus bergerak. Terkadang dengan senyum dan tidak jarang pula dengan air mata. Bahasa tubuh ini mengisyaratkan bahwa hidup adalah hasil kesepakatan; sebagai misal antara kaki dan tubuh, mata dan hati, mulut dan bibir dan bagian-bagian lainnya. Hari ini sang lelaki tampak masih luncup di sudut kamarnya  bersama sebatang lilin yang  berkobar menyelah angin yang akhir-akhir begitu riuh. Hal yang berbanding terbalik dengan sepi yang saat ini menguasai hati sang lelaki. Ia sedih karena akhir-akhir ini  doa-doanya seakan tak sehangat hari kemarin. Ia  terjebak dalam sudut kamarnya bersama sejuta kenangan dan harap yang ia lukis pada dinding-dinding kamarnya; tentang banyak hal. Mimpi yang samar; ingin untuk terus bersama; rindu senyuman ibu; rumah baca; suara tawa anak ke...

Jejak Kaki Sang peziarah

Gambar
 Senu__ Perjalanan sang lelaki tampaknya mulai suram; saat kakinya mulai sepi untuk terus melangkah menuju tempat yang katanya ada banyak tawa; sedang di saat bersamaan banyak mulut yang mengoceh mempertanyakan ini dan itu. Tampak sulit membedakan mana peduli dan mana yang menghujat; mana yang melindungi dan mana yang membuly. Doanya semoga makin banyak udara yang segar untuk dihirup; karena tentu saat ini kepalanya tengah berjuang untuk memilah mana yang ia tuai mana yang akan dibakar bersama ilalang yang membentang di hadapan mata dan di samping kupingnya yang peka. Tidak lupa gulungan kitab suci ia sisipkan di bawah bantal; agar sekatika bila bayang tentang bahagia itu muncul; ia bisa dengan cekat mencatat detail tata cara atau ritual yang harus dibuat untuk menggapainya nanti saat ia terjaga. Mengingat bahagia hari ini cukup mahal untuk dinikmati oleh orang-orang yang terhimpit oleh tangkapan sederhana manusia. Yang kuat akan bersikap bodoh amat; yang lemah akan amat dibodohkan...

NAZAR

Gambar
Seorang gadis kecil dengan langkah yang tangguh mencoba mengukir kisahnya di atas pasir yang menyedihkan. Harapnya adalah semoga semakin banyak mata yang terbuka menyaksikan cantik tapak kaki yang ia tinggalkan; bukan pasir yang melekat pada telapaknya. Teringat saat awal tatapan itu melekat; persis pikirku dia wanita yang paling berantakan; hatinya berserakan di tepi jalan; dan bahkan saat itu ia tampak kesepian dengan doa-doanya yang hambar. Tetapi akhirnya ia menampakkan sosok yang tersembunyi di balik tangkapan sederhana yang sempat aku rumuskan saat itu. Ternyata ia pandai menyimpan banyak hal. Salah satunya adalah alasan kenapa banyak orang yang jatuh hati padanya. Sesaat setelah sabda bahagia itu dibacakan akhirnya aku mengerti bahwa ia dikirim Tuhan sebagai tanda bahwa semakin banyak manusia yang buta; bukan karena materi seperti hal yang lazim kita kenal; tetapi buta karena asing akan ketulusan. Ketulusan akan jadi mahal bila kamu tak pernah berpikir bagaimana menciptakannya; ...

Tentang Mimpi dan Kaki yang Tidak Pernah Berhenti Mengukir

Gambar
Sang Lelaki - setelah sekian purnama; jemari mulai merindu. Ziara kali ini cukup unik; semakin ia berpikir tentang bagaimana membuat hidup semakin berarti, ia malah terjebak dalam pikirannya sendiri. Pada akhirnya caci maki jadi litani yang tak perna usai diucap. Mengeluh tidak menjadi tempat pulang yang tepat. Lelah juga terkadang tak sanggup jadi penghalang untuk mengalah. Hidup memang harus selalu dihiasi dengan banyak keanehan. Hari demi hari akhirnya dia habiskan untuk mencari cara  paling tepat untuk mendekap sebagian dirinya; kali-kali kenyamanan itu bisa ia jumpai tanpa harus meneguk sebotol minuman keras atau membasahi wajah dengan air mata. Tanpa pergi mengais nikmat di kebun anggur orang kana; karena persediaan untuk tamu  undangan pun tak cukup. Apalagi harus dibagi untuk memuaskan risaumu. Rasa-rasanya mulut terlalu berdosa untuk memohon pada Tuhan melakukan lagi mujizat seperti waktu itu; Sang bunda pun tampak tak begitu akrab dengannya. Sedang kekasihnya masih b...

Pesawat Terbang dan Kebun Tomat

Gambar
Terkadang kita terlalu sibuk mencari apa yang hilang di luar diri kita; misalnya kebahagiaan dari lingkungan tempat tinggal kita, kenyamanan dari sesosok manusia, tahkta atau jabatan dan lain-lain, sampai lupa menyadari bahwa tiap detik kita kehilangan potongan demi potongan jiwa. Ini alasan kenapa setiap kali kita mendapatkan sesuatu di saat bersamaan kita juga selalu merasa kehilangan sesuatu. Lantas tiap hari kita hanya akan menghabiskan waktu untuk mencari apa yang sebenarnya tidak perlu dicari. Meraba-raba wujud yang sebenarnya tidak ada demi memuaskan keinginan kita yang tak berujung. Kita sibuk berpikir bahwa tampanya kita akan sedih, akan gelisah atau bahkan merasa separuh diri  kita tengah tersesat. Hingga akhirnya kita terpenjara sendiri oleh isi kepala. Untaian doa kemudian didesain sedemikian rupa hingga rumusan syukur dihilangkan diganti dengan permohonan. Tidak heran doa anak manusia hari ini semuanya berisi keluh kesah dan tuntutan. Kita begitu egois merayu atau bahk...

Perkara Menabur Senang

Gambar
 Sebuah perjalanan baru akan selalu jadi hadia yang ditunggu-tunggu oleh para peziarah yang tangguh. Meniti tiap kesempatan untuk sekadar menyemaikan beberapa harapan; agar kelak tumbuh dan berbuah bagi banyak orang  yang selalu rindu untuk pulang. Tapak demi tapak jadi benih yang perlahan ditahtakan berdekatan agar kelak saat tumbuh mereka tidak merasa sepi sendirian; atau kedinginan kala angin menyapa. Sepi hanya akan membunuh seseorang secara bertahap tanpa meninggalkan luka sebagai bekas. Kadang dia berpikir bahwa ia sendiri yang melangkah di jalan yang tak berujung itu; ia bahkan tak menyadari sudah banyak orang yang telah mendahuluinya - kepalanya masih sibuk dengan khayal akan garis akhir yang nanti akan ia pijaki. Ia terus sibuk dengan percakapannya bersama diri sendiri; sesekali memeluk erat jiwanya sembari memberi semangat  "beberapa meter lagi garis akhir akan dicapai". Lelahnya akan dibayar habis oleh peluk dan kecupan dari orang yang paling rutin ia doakan. H...