Lelaki yang Merayakan Setahun, dan Rantai yang Belum Putus
_ Terinspirasi dari mitos Prometheus Ada yang berubah pada lelaki itu setelah satu tahun berlalu. Jubahnya mungkin masih sama, langkahnya mungkin masih menuju altar yang sama, dan dunia di sekelilingnya masih menyimpan suara-suara yang dahulu pernah membuatnya mengecil di hadapan dirinya sendiri. Namun, pada suatu pagi, ia mendapati bahwa waktu telah mengajarinya sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh buku-buku teologi: seseorang dapat menghabiskan satu tahun untuk melayani banyak orang, tetapi tetap belum selesai belajar membebaskan dirinya sendiri. Ia baru saja merayakan satu tahun sejak minyak suci menyentuh noda tangannya, sejak sebuah nama baru ditambahkan pada perjalanan panjangnya, sejak ia berdiri di hadapan altar dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada sesuatu yang lebih besar daripada dirinya. Orang-orang menyebutnya perayaan. Ada ucapan selamat, harap, doa, dan kenangan tentang hari ketika langit seolah-olah membuka jendelanya. Ia tersenyum, menerima semuanya de...