Lelaki yang Bertemu Gema
Ia tidak lagi menghitung berapa banyak tikungan yang telah dilewatinya, berapa kali matahari terbit di belakang punggungnya, atau berapa banyak malam yang membuatnya harus belajar tidur ditemani suara angin. Ada suara langkah sendiri. Ada suara angin. Ada suara daun yang bergesekan. Dan ada suara-suara yang datang dari belakang, meski pemiliknya sudah lama tidak berjalan bersamanya. Suatu sore, ketika jalan mulai sepi, lelaki itu mendengar seseorang berkata kepadanya, "Tenang saja. Pergilah. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan." ___dan masih banyak kalimat yang isinya meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Tapi ia tampaknya lebih mengingat kalimat itu. Bukan karena kalimatnya istimewa, tetapi karena ia pernah mendengarnya dengan begitu yakin diucap oleh manusia lain. Kalimat yang tampak begitu mengusik iklas saat berhadapan dengan jarak dan jedah yang cukup lama. Beberapa hari kemudian, ketika lelaki itu berhenti di sebuah persimpangan, ia mendengar ...