foodie
Pagi itu, ia berhenti di sebuah kedai kecil di pinggir jalan. Dari dapur tercium aroma yang asing, tetapi entah mengapa terasa akrab. Ia tidak tahu apa yang sedang dimasak. Ia hanya merasa pernah mengenal rasa seperti itu. Mungkin begitulah cara ingatan bekerja. Ia tidak selalu mengembalikan wajah atau nama. Kadang ia hanya mengirimkan aroma, sepotong lagu, nasi tanpa sambal atau rasa tertentu, lalu membiarkan kita menebak sendiri dari mana semuanya berasal. Lelaki itu pernah menyukai sebuah rasa. Ia menikmatinya terlalu lama sampai lupa bahwa selera manusia bisa berubah. Ada orang yang setelah menemukan satu hidangan akan terus kembali ke meja yang sama. Tetapi ada pula yang gemar berpindah, mencicipi menu lain, mencari sesuatu yang menurutnya lebih sesuai dengan lidahnya. Dan tidak ada yang salah dengan itu. Yang menjadi sulit adalah ketika sebuah hidangan yang pernah dinikmati kemudian dianggap tidak layak hanya karena seseorang menemukan rasa baru. Lelaki itu pun pernah melakukan k...