Postingan

Pesawat Terbang dan Kebun Tomat

Gambar
Terkadang kita terlalu sibuk mencari apa yang hilang di luar diri kita; misalnya kebahagiaan dari lingkungan tempat tinggal kita, kenyamanan dari sesosok manusia, tahkta atau jabatan dan lain-lain, sampai lupa menyadari bahwa tiap detik kita kehilangan potongan demi potongan jiwa. Ini alasan kenapa setiap kali kita mendapatkan sesuatu di saat bersamaan kita juga selalu merasa kehilangan sesuatu. Lantas tiap hari kita hanya akan menghabiskan waktu untuk mencari apa yang sebenarnya tidak perlu dicari. Meraba-raba wujud yang sebenarnya tidak ada demi memuaskan keinginan kita yang tak berujung. Kita sibuk berpikir bahwa tampanya kita akan sedih, akan gelisah atau bahkan merasa separuh diri  kita tengah tersesat. Hingga akhirnya kita terpenjara sendiri oleh isi kepala. Untaian doa kemudian didesain sedemikian rupa hingga rumusan syukur dihilangkan diganti dengan permohonan. Tidak heran doa anak manusia hari ini semuanya berisi keluh kesah dan tuntutan. Kita begitu egois merayu atau bahk...

Perkara Menabur Senang

Gambar
 Sebuah perjalanan baru akan selalu jadi hadia yang ditunggu-tunggu oleh para peziarah yang tangguh. Meniti tiap kesempatan untuk sekadar menyemaikan beberapa harapan; agar kelak tumbuh dan berbuah bagi banyak orang  yang selalu rindu untuk pulang. Tapak demi tapak jadi benih yang perlahan ditahtakan berdekatan agar kelak saat tumbuh mereka tidak merasa sepi sendirian; atau kedinginan kala angin menyapa. Sepi hanya akan membunuh seseorang secara bertahap tanpa meninggalkan luka sebagai bekas. Kadang dia berpikir bahwa ia sendiri yang melangkah di jalan yang tak berujung itu; ia bahkan tak menyadari sudah banyak orang yang telah mendahuluinya - kepalanya masih sibuk dengan khayal akan garis akhir yang nanti akan ia pijaki. Ia terus sibuk dengan percakapannya bersama diri sendiri; sesekali memeluk erat jiwanya sembari memberi semangat  "beberapa meter lagi garis akhir akan dicapai". Lelahnya akan dibayar habis oleh peluk dan kecupan dari orang yang paling rutin ia doakan. H...

Pejalan yang Tangguh

Gambar
Jika ada pengertian bahwa hidup atau kehidupan itu adalah sebuah perjalanan; maka saya orang pertama yang berani bersaksi bahwa ia  adalah pejalan terbaik; peziarah yang tangguh.  Hari yang berlalu ibarat sebuah doa yang terus terucap; ada yang tersampaikan ke surga dengan penuh kesadaran; ada pula sebaliknya - terucapkan ke surga dengan tidak ada kesadaran. Setiap hari tangannya selalu hangat oleh balutan butir-butir rosario; tak pernah bibirnya lelah berbisik dan minta pertolongan. Rasa ingin pasrah terus ia ubah menjadi alasan untuk terus erat menggenggam untai kalung suci itu. Pagi itu ia sendiri di sebuah ruangan asing; tampak bayang-bayang malaikat dengan kostum putih menutup seluruh tubuh; dari kepala hingga ujung kaki. Sempat ia berpikir apakah ini malaikat yang konon katanya pernah datang mengunjungi seorang perempuan bernama Maria untuk membawa kabar sukacita? atau iblis jahat yang dikirim Tuhan untuk mengadali?  Apakah ini yang disebut masa atau hari kedatangan...

Wanita yang Dikandung oleh Kepala

Gambar
Judul ini hanya ilustrasi kecil tentang seorang  wanita yang tampak bahagia oleh banyak pasang mata; tapi sepi kala terjaga  seorang diri. Ada banyak senyum rekayasa yang ia tunjukan dan tidak sedikit gelisah yang ia iklaskan. Kini usahanya untuk mencapai bahagia senada dengan ketegarannya untuk mendamaikan sepasang lutut yang rapuh dan permukan lantai yang kasar, hingga tak ada lagi jarak yang tercipta. Semakin ia berdoa semakin banyak ketenangan yang boleh ia nikmati, akan tetapi terkadang doanya menjelma jadi dosa. Dosanya sederhana, yakni memaksa Tuhan  untuk mengubah semua kegusaran jadi kemuliaan. Hingga tidak jarang ia merayu Tuhannya dengan mata berkaca-kaca, berharap setiap kemauannya tercapai - setiap inginnya menyata. Hari ini ia kembali mengadu pada Tuhan; perihal rasa yang sedari semalam ia kehendaki dan kenyataan yang Tuhan berikan saat ini. Pikirnya mungkin doanya tertukar dengan doa ciptaan yang lain. Atau mungkin saja Tuhan masih sibuk mengabulkan doa ora...

Tentang Rasa & Pulang

Gambar
 Sejauh ini saya masih yakin bahwa bukan jalan yang membawa seseorang pada suatu tempat yang ingin ia gapai; tatapi sepasang kaki yang kuat. Manusia tidak harus ada dan hidup; kerenanya perjalanan dan apa pun penamaannya hanya sebatas pada cara manusia untuk mengisi tiap waktu yang terus berlalu. Hingga hidup bukan lagi kesia-siaan belaka seperti kata pengkotbah melainkan berkat sebagaimana ditulis ke-4 penginjil. Lantas ada banyak rasa yang kemudian hadir sebagai alasan untuk memberikan panamaan atas tiap-tiap keadaan manusia; senang - tidak senang; baik - tidak baik, dan dikatomi emosional lainnya.  Memulai perjalanan dengan tanya pada kepala; cemas yang seakan merampas semua keyakinan diri; ragu yang terus menggerutu dan sedikit harap yang entah datangnya dari mana.  Tampak saat itu kaki  berat untuk melangkah, kepala masih riuh oleh pertentangan, hati yang tawar untuk menerjemahkan tiap alasan dan bahkan rasa enggan untuk memulai tapakan pertama. Kesan awal yang ...

Gadis Kecil

Gambar
 Kecantikan  adalah tawaran bisu. Seorang gadis kecil menghabiskan harinya dengan riuh pada kepala. Keahliannya adalah memanipulasi senyum jadi tameng yang paling kuat untuk menyembunyikan hati yang rapuh. Perlahan ia belajar untuk meyakinkan dirinya bahwa bahagia itu bukan pilihan, tapi sebuah taman yang sudah Tuhan ciptakan sebelum manusia ada. Kenangan dan ingat akan masa-masa indah yang masi basah seakan hadir sebagai buah terlarang yang dimakan oleh perempuan pertama. Buah terlarang itu tak disantap habis olehnya, potongan yang tersisa ia berikan kepada sang lelaki sesaat sebelum Tuhan  mengutuk dan menyiksa ular penggoda.  Sang lelaki pun sempat menyantapnya - entah karena ingin tahu atau karena desakan dari kekasihnya. Lelaki selalu takluk dengan pinta sosok gadis yang melekat di hati. Hukum yang sama berlaku sebaliknya. Lantas kenang tersebut beranak pinak dan membuatnya  terbiasa bersahabat dengan air mata. Gadis kecil akhirnya akrab dengan luka dan ken...

Perkara Pulang sebagai Doa

Gambar
 Perjalan sang lelaki kali ini cukup rumit. Memang benar bahwa bukan jalan yang membawa manusia sampai ke tujuan, melainkan sepasang kaki yang kuat. Perjalan sang lelaki kali ini adalah perjalanan untuk menemukan jalan pulang; ia kesulitan karena tapak-tapak yang pernah ia tinggalkan sebagai penanda untuk kembali pulang telah dihapus oleh hujan yang kecewa pada bumi. Merindukan kedatangannya tetapi tidak menghiraukan kepergiannya, bahkan tidak jarang mereka dibiarkan begitu saja menggenang pada tanah-tanah yang cepat bosan akan kesejukan. Keadilan di bumi sudah diatur sedemikian rupa, bahwa yang paling egoislah yang akan selalu jadi superior. Yang lemah tak akan lebih dari hujan, jatuh hanya untuk menyejukan bumi setelah itu dia akan menguap kembali jadi gumpalan awan yang sepi; yang kadang dibenci oleh orang-orang yang merindukan matahari. Sang lelaki tetap teguh untuk terus menelusuri jalan-jalan yang dulu pernah membawanya menjumpai sang kekasih di dekat sumber mata air. Kendi y...