ORION

 Sejak kecil ia disapa Orion; kata ayahnya ia nanti akan jadi pemburu hebat, yang bisa menguasai hutan rimba dengan begitu banyak pohon alasan dan tipuan. Orion tumbuh jadi manusia dengan banyak ide di kepala; kadang akal-akalannya jadi senjata andalan untuk berburu. Didukung dengan paras dan pembawaannya yang tampak lemah; ia perlahan tumbuh seperti yang ayahnya pikirkan 28 tahun lalu. Bahkan mungkin lebih hebat dan mematikan dari perkiraan ayahnya.

Orion tidak pernah takut kehilangan satu orang. Ketakutan itu terlalu kecil untuk ukuran dirinya. Yang ia takuti adalah kehilangan kemungkinan tentang siapa dirinya bisa menjadi. Ia menunda keputusan dengan kata-kata yang terdengar dewasa. Terdengar tenang dan seakan menawarkan kedamaian. Ia menyebutnya kehati-hatian, padahal itu hanya cara lain untuk menghindari keberanian.

Orion masih menggenggam yang lama. Bukan karena cinta yang utuh, tetapi karena kehadiran itu adalah bukti bahwa ia pernah cukup berarti bagi seseorang. Selama yang lama belum benar-benar pergi, Orion belum harus berhadapan dengan kenyataan bahwa ia bisa saja gagal. Sejauh ini dia masih memegang kendali. Senjata rahasinya masih bisa ia sembunyikan. Ia tidak perlu bersusah payah mengeluarkannya dari saku bajunya. Ia hanya memastikan bahwa ia punya obat penawar yang paling aman. Yang kapan saja bisa ia gunakan untuk membungkam fakta lain yang ada di luar kehendaknya.

Lalu hadir yang baru. Orion tidak pernah menamainya harapan. Setidaknya untuk saat ini; mungkin ia masih menunda. Ia menyebutnya kebetulan. Ia tidak mengaku tertarik. Ia hanya lebih sering hadir, lebih cepat merespons, lebih hidup saat berbicara. Lebih mudah mencari senja; lebih hangat saat berbicara tentang hujan di sepanjang jalan yang penuh dengan manusia-manusia yang pandai berbohong. Pedagang dengan dacing curangnya, gojek dengan aplikasi settinganya, anak-anak kecil yang menjual kesedihan dengan kantong jagung di tangan kiri dan koran di tangan kanan. Semua adalah kebohongan yang mengatasnamakan sebuah seni bertahan hidup. Bertahan memang strategi terbaik seorang pemburu; menunggu kapan target buruannya tampak dan ia bisa menggunakan mulut dan ingatannya untuk menyergap.

Mulut Orion setia pada yang lama, tapi langkahnya diam-diam bergerak ke arah yang baru. Ia berkata pada dirinya sendiri: tidak ada yang diganti. Hanya ada ruang yang bertambah. Ia lupa bahwa membuka ruang tanpa menutup pintu lama adalah bentuk pengkhianatan yang paling rapi. Salah satu hukum rimba yang paling berbahaya jika dilanggar. Tapi ia tidak peduli. Ia telalu teguh dengan keyakinan dan isi kepalanya. Orion selalu ingat bahwa sejak lahir ia sudah dijuluki sebagai pemburu yang hebat; walau pengakuan itu hanya keluar dari mulut ayahnya.

Yang lama mulai lelah. Ia meminta kejelasan, sesuatu yang tidak bisa Orion berikan. Kejelasan menuntut keberanian untuk memilih. Memilih berarti merelakan kemungkinan lain untuk mati. Dan Orion tidak pernah pandai menghadapi kematian; bahkan kematian yang bernama kemungkinan. Ia terlalu takut berburu sendirian; ia tidak lihai untuk melawan kutukan yang disebut dengan kesendirian. Mungkin dia satu-satunya pemburu yang takut dengan kegelapan.

Orion ingin dicintai tanpa syarat, tetapi tidak siap memberi kehadiran yang penuh. Ia ingin aman tanpa harus jujur. Maka ia memilih cara paling sunyi: membuat yang lama perlahan meragukan dirinya sendiri, berharap ia pergi tanpa Orion harus mengaku bersalah. Inilah salah satu strategi berburu terbaik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Orion tampak sudah menguasainya.

Yang baru tidak lebih murni. Ia hanya belum cukup dekat untuk menuntut. Ia melihat Orion sebagai seseorang yang berusaha, bukan seseorang yang utuh. Ia belum tahu bahwa Orion selalu menyisakan jalan keluar. Kini Orion berdiri di antara dua ketakutan: kehilangan yang lama berarti menghadapi rasa bersalah, kehilangan yang baru berarti menghadapi kekosongan.

Maka ia menunda. Lagi.

Namun waktu tidak pernah menunggu orang yang ragu. Waktu memihak pada kebenaran, atau pada kehancuran. Dan Orion mulai kehilangan; bukan karena kepergian, tetapi karena ia tidak pernah sungguh hadir. Ia masih menyembunyikan kebenaran; karena ia yakin tidak ada satu manusia pun yang berani mencari kebenaran di matanya. Ia sudah punya cara untuk menghadapinya.  

Pada akhirnya, Orion mengerti: ia tidak akan pernah ditinggalkan. Ia hanya ditinggalkan oleh kehendaknya sendiri untuk beberapa saat. Oleh opsesinya menjadi pemburu terhebat di bumi. Hingga saat ini Orion masih menikmati hasil buruannya. Sebuah tipuan yang mengatasnamakan ketenangan dan kebohongan yang diberi sudut pandang sebagai “penawar yang aman”. Orion masih jadi pemburu terhebat di generasinya  

Orion__Seorang pemburu yang tidak pandai berbohong.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelaki di Sepanjang Kisah

"Querida: surat untuk yang tak pernah dibaca"

Monolog