Lelaki yang Menunggu Penerbangan Berikutnya
Pagi itu seorang lelaki duduk di pojok ruang tunggu bandara. Di sekelilingnya, manusia berlalu-lalang seperti halaman-halaman buku yang dibalik terlalu cepat. Ada yang berlari mengejar waktu, ada yang memeluk perpisahan, ada yang menyembunyikan kerinduan di balik secangkir kopi dan tatapan yang sengaja diarahkan ke luar jendela. Sementara lelaki itu hanya duduk diam. Di hadapannya, landasan membentang seperti sebuah kalimat panjang yang belum selesai ditulis. Pesawat-pesawat datang dan pergi membawa manusia menuju tujuan masing-masing. Namun ia tahu, tidak semua perjalanan memiliki tujuan yang dapat ditemukan pada peta. Sebagian hanya menjadi lembaran cerita usang yang berusaha dirapikan oleh mereka yang masih peduli pada jejak-jejak yang ditinggalkan waktu. Tetapi ada satu perjalanan yang berlangsung jauh di dalam diri. Sejak fajar menyingsing, lelaki itu telah meninggalkan satu kota menuju kota yang lain. Langit yang sama menaunginya sepanjang hari, tetapi setiap jam yang b...